
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga berlangsung dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari seluruh murid baru. Berbagai kegiatan dirancang untuk membantu peserta mengenali potensi diri, meningkatkan kesiapan belajar, serta membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab sebagai generasi muda di era digital.
Kegiatan diawali dengan Salam Sapa Murid Baru, yang menjadi momen untuk membangun suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan penuh semangat. Guru dan panitia menyambut para murid dengan ramah, sekaligus memberikan motivasi agar mereka semakin percaya diri dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MPLS.
Selanjutnya, murid baru mengikuti Identifikasi Awal Kondisi Sosial Emosional dan Konsentrasi Belajar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenali kondisi awal peserta didik, baik dari aspek sosial, emosional, maupun kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Hasil identifikasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap murid.

Sebagai bentuk edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda, peserta mengikuti materi Pencegahan Isu NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Melalui penyampaian materi yang interaktif, murid baru diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial, serta pentingnya memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Asesmen Literasi, Asesmen Numerasi, serta Identifikasi Bakat dan Minat. Melalui asesmen ini, sekolah memperoleh gambaran mengenai kemampuan dasar literasi dan numerasi murid baru, sekaligus mengenali potensi, bakat, dan minat yang dimiliki masing-masing peserta. Dengan demikian, sekolah dapat memberikan pendampingan dan pembinaan yang lebih optimal untuk mendukung perkembangan akademik maupun nonakademik para murid.
Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, murid baru juga mendapatkan materi Literasi Digital. Dalam sesi ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka diajak memahami pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi di dunia digital, menyaring informasi, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkarya secara positif.
Di sela-sela kegiatan, seluruh warga sekolah melaksanakan Salat Dzuhur berjamaah sebagai wujud pembiasaan karakter religius. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ketiga, seluruh murid mengikuti sesi refleksi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk mengungkapkan pengalaman, pembelajaran, dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Refleksi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen murid baru agar senantiasa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga sikap yang baik, serta terus mengembangkan potensi diri selama menempuh pendidikan di sekolah.
Melalui rangkaian kegiatan MPLS hari ketiga ini, diharapkan seluruh murid baru semakin siap menghadapi proses pembelajaran, mengenali potensi diri, memiliki karakter yang kuat, cakap dalam memanfaatkan teknologi digital, serta mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA. Dengan bekal tersebut, para murid diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, serta bangsa Indonesia.

